Favicon1Selamat Datang di blog Sekolahku SMP 4 Bae Kudus Favicon1Sekolah Standar Nasional (SSN)Favicon1 Mampu mengangkat muatan lokal dan Siap menghadapi tantangan GlobalFavicon1Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayaniFavicon1Ayo cancut tali wandha mbangun negara lan bangsaFavicon1

Metode Pembelajaran Open-Ended


Model pembelajaran open-ended merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang menyajikan suatu permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu.

A. Pengertian Open-Ended
Menurut Suherman dkk (2003; 123) problem yang diformulasikan memiliki multi jawaban yang benar disebut problem tak lengkap atau disebut juga Open-Ended problem atau soal terbuka. Siswa yang dihadapkan dengan Open-Ended problem, tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada cara bagaimana sampai pada suatu jawaban. Dengan demikian bukanlah hanya satu pendekatan atau metode dalam mendapatkan jawaban, namun beberapa atau banyak.

Field Trip Full Enjoy Learning

Field Trip to The Museum Kretek
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengarahkan pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan potensi siswa dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).
Pembelajaran dengan metode field trip memberikan siswa pengalaman baru yang kadang tidak ditemukan pada saat penjelasan teori di kelas. Tahapan melakukan field trip yaitu plan, do dan see.

Peranan Bimbingan dan Konseling pada peminatan siswa dalam Kurikulum 2013

Peminatan Siswa
Mengingat betapa pentingnya pemilihan peminatan pada jenjang pendidikan menengah, maka sejak dini siswa SMP perlu dipersiapkan dan dibantu merencanakan hari depan yang lebih cerah, melalui penelusuran bakat dalam layanan bimbingan dan konseling yang berkoordinasi dan berkolaborasi dengan layanan pembelajaran serta manajemen/kepemimpinan di sekolah. Koordinasi dan kolaborasi antar layanan tersebut merupakan upaya sinergis untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, sebagaimana tercantum dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentnag Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, Pasal 3, yang berbunyi sebagai berikut:

Memahami SKL dan KI/KD dalam Kurikulum 2013


Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran di kelas kurang didasarkan pada acuan yang seharusnya. Sebagian besar guru-guru, baik yang telah bersertifikat atau yang belum bersertifikat, kurang memahami kompetensi apa yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Guru-guru cenderung mengajar hanya sekedar mengikuti buku paket, bahkan sebagian besar tidak membuat persiapan dalam bentuk apapun. Akibatnya, harapan untuk menghasilkan peserta didik yang cerdas intelektual, emosional dan spiritual masih sukar dicapai.

Proses Pembelajaran Kurikulum 2013


Proses Pembelajaran sesuai standar proses
Sesuai standar proses, pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Do'a bersama siswa SMP 4 Bae menjelang UN tahun 2014


Sebagai manusia yang beragama dan merupakan kegiatan rutin tahunan menjelang ujian nasional, SMP 4 Bae Kudus mengadakan kegiatan do'a bersama atau istighosah memohon kepada Allah SWT agar pelaksanaan ujian nasional berjalan dengan lancar, tertib dan memperoleh hasil yang baik. Istighosah dipimpin oleh guru PAI, dengan gema Asmaulhusna semua peserta merasa haru dan hanyut dalam kekhidmatan memuji gusti Allah Yang Maha Agung, dengan harapan terkabulnya do'a yaitu siswa SMP 4 Bae Kudus tahun pelajaran 2013/2014 dapat lulus 100%. Sebelum istighosah diawali sholat hajat secara berjamaah.